Jangkau Anak Pintar di Pedalaman, Warga “Jemput Bola”

Dr. Imam Santoso ST., M.Phil, pakar metalurgi dan dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Institut Teknologi Bandung ITB, bersama dua wisudawan bimbingannya yang lulus 3,5 tahun Cumlaude tahun 2022. (Facebook/ISantosoJbr)

Campur tangan masyarakat madani diperlukan untuk mendorong inklusivitas pendidikan, yang memberi kesempatan pada semua orang termasuk yang tinggal di pedalaman.VOA mewawancarai mereka yang mencari anak-anak terbaik Indonesia untuk memperoleh beasiswa hingga tingkat doctoral di dalam dan luar negeri.

VOA — Tidak banyak yang tahu, kalau sosok Dr. Imam Santoso ST., M.Phil, pakar metalurgi dan dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Institut Teknologi Bandung ITB, pernah hidup susah. Sehari-hari ia selalu tampil bersemangat dan gembira. Saat mengajar di kelas, ia memilih menggunakan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat mengajar “ilmu berat” seperti kalkulus, fisika dan kimia.

Flash converting ini menghasilkan tembaga blister berkadar tembaga 98 persen yang harus diolah lagi sampai jadi tembaga dengan kemurnian tinggi. Teknologi double flash ini adalah teknologi yang dipakai smelter PT Freeport di Gresik,” ujarnya dengan suara bersemangat saat mengajar di kelas. Ia tidak hanya berdiri di depan, tetapi juga berkeliling ke tempat-tempat duduk mahasiswa.

Selengkapnya klik gambar diatas…

Next Post

Gunung Ruang Erupsi Lagi, Belasan Ribu Warga Mengungsi

Sat May 4 , 2024
Sedikitnya 11 ribu warga Pulau Tagulandang, di Kabupaten Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang (Sitaro), Sulawesi Utara harus mengungsi ke tempat yang aman pasca erupsi Gunung Ruang Selasa ini. Masa tanggap darurat pun diperpanjang hingga 13 Mei.  POSO, SULAWESI TENGAH — Masa tanggap darurat akibat erupsi Gunungapi Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, […]

Anda suka ini