
Campur tangan masyarakat madani diperlukan untuk mendorong inklusivitas pendidikan, yang memberi kesempatan pada semua orang termasuk yang tinggal di pedalaman.VOA mewawancarai mereka yang mencari anak-anak terbaik Indonesia untuk memperoleh beasiswa hingga tingkat doctoral di dalam dan luar negeri.
VOA — Tidak banyak yang tahu, kalau sosok Dr. Imam Santoso ST., M.Phil, pakar metalurgi dan dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan di Institut Teknologi Bandung ITB, pernah hidup susah. Sehari-hari ia selalu tampil bersemangat dan gembira. Saat mengajar di kelas, ia memilih menggunakan contoh-contoh nyata dari kehidupan sehari-hari, termasuk saat mengajar “ilmu berat” seperti kalkulus, fisika dan kimia.
“Flash converting ini menghasilkan tembaga blister berkadar tembaga 98 persen yang harus diolah lagi sampai jadi tembaga dengan kemurnian tinggi. Teknologi double flash ini adalah teknologi yang dipakai smelter PT Freeport di Gresik,” ujarnya dengan suara bersemangat saat mengajar di kelas. Ia tidak hanya berdiri di depan, tetapi juga berkeliling ke tempat-tempat duduk mahasiswa.
Selengkapnya klik gambar diatas…

