
LK _MINAHASA SELATAN_ Riuh tepuk tangan dan atmosfer khidmat menyatu erat di tengah pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2026.
Di sela-sela parade upacara bendera yang sakral tersebut, sebuah torehan prestasi gemilang berhasil diukir oleh Pemerintah dan masyarakat Desa Matani Satu, Kecamatan Tumpaan. Senin (01/06)
Langkah tegap Hukum Tua Desa Matani Satu, David Wurou, menuju barisan tengah paling depan menjadi pusat perhatian saat Desa Matani Satu resmi dinobatkan dan menerima penghargaan bergengsi dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagai Juara 2 dalam Pengelolaan Website Desa Terbaik Tahun 2026.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen Pemerintah Desa Matani Satu dalam menyajikan keterbukaan informasi publik dan digitalisasi desa bukan sekadar slogan di atas kertas.
Di bawah kepemimpinan yang visioner, ekspektasi masyarakat akan hadirnya publikasi yang lengkap, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi kini telah bermutasi menjadi kenyataan yang kokoh di tingkat kabupaten.
Apresiasi tinggi yang diserahkan langsung di hadapan jajaran pelaksana daerah ini memancarkan rona bangga sekaligus haru. Saat ditemui usai menerima penghargaan tersebut, Hukum Tua David Wurou tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan terima kasih mendalamnya kepada nakhoda Kabupaten Minahasa Selatan.
“Kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi tertinggi kepada Bupati Minahasa Selatan, Bapak Franky Donny Wongkar, SH., serta Wakil Bupati, Bapak Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P. Penghargaan Juara 2 ini adalah buah dari bimbingan, arahan, dan dukungan tanpa henti yang terus mengalir bagi kemajuan desa kami,” ungkap Wurou dengan nada emosional namun penuh wibawa.

Lebih lanjut, di tengah kebahagiaan yang membara, Wurou dengan merendah mendedikasikan pencapaian prestisius ini kepada seluruh warga yang dipimpinnya.
“Prestasi ini sesungguhnya milik masyarakat Desa Matani Satu. Terima kasih terdalam untuk seluruh warga yang selalu menjaga kekompakan, bahu-membahu, dan tanpa lelah mendukung setiap roda program Pemerintah Desa. Tanpa sinergi yang kuat, momentum hari ini tidak akan pernah ada,” tambahnya.
Bagi David Wurou, prestasi dan piagam penghargaan yang kini digenggamnya bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian. Sebaliknya, posisi runner-up terbaik ini adalah pemantik api motivasi yang lebih besar bagi seluruh jajaran perangkat desa dan masyarakat untuk terus menembus batas inovasi, memperkuat tata kelola digital, dan melesat maju dalam meningkatkan mutu pelayanan publik di era modern. (Rei)

