VOA Indonesia – Kampanye pemilu presiden 2024 mulai memanas. Pertarungan elit politik dan para pendukungnya tidak saja sebatas gagasan dan program, tetapi juga peran tradisional gender. Bias dan prasangka buruk terhadap perempuan, atau dikenal sebagai misogini, ikut mewarnai pemilu presiden kali ini.

Ketua Umum PDI-P Megawati Sukarnoputri dan putrinya, Puan Maharani, yang saat itu menjabat Menko Pembangunan Manusia dan Budaya, menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo di Gedung DPR/MPR, 20 Oktober 2019. (Foto: Adek Berry/Pool Photo via AP).
Klik Gambar diatas untuk berita selengkapnya..

