Gebrakan Tata Kelola FDWTK! Minsel Kantongi Kematangan Proaktif Level 3 Nasional dari LKPP‎


‎Lensakawanua.com _-Minsel-_ Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel kembali mendapat pengakuan tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Franky Wongkar, SH dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu, SIP, Pemkab Minsel sukses menembus Kematangan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Proaktif Level 3.

Penetapan prestisius dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini bukanlah sekadar seremoni. Ini adalah validasi bahwa sistem pengadaan di Minsel telah berjalan secara matang, strategis, dan profesional.

Pencapaian Level 3 Proaktif ini menandakan Pemkab Minsel telah memenuhi 9 dari 9 atribut variabel yang dipersyaratkan secara nasional. Dari lima level kematangan (inisiasi, esensi, proaktif, strategis, dan unggul), Minsel telah membuktikan kapabilitasnya berada di level “Proaktif”.

Keberhasilan ini didasarkan pada verifikasi ketat dokumen bukti dukungan pada Sistem Informasi UKPBJ (SIUKPBJ), sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dan Peraturan LKPP.

Bupati Franky Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu dinilai sebagai motor penggerak di balik komitmen penuh implementasi model kematangan ini. Keduanya mendorong peningkatan kapabilitas UKPBJ sebagai langkah strategi menuju Pusat Keunggulan Pengadaan Barang/Jasa.

Di garda terdepan teknis, peran sentral Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Silvia Bimbahati, bersama seluruh anggota menjadi kunci. Ia memastikan seluruh proses verifikasi dan kelengkapan dokumen bukti dukung berjalan presisi hingga Minsel layak ditetapkan di level ini.


“ Dengan ditetapkannya UKPBJ Kabupaten Minahasa Selatan pada Level 3 Proaktif, ini adalah motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengadaan barang/jasa. Komitmen Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati adalah pendorong utama,” ujar Silvia Bimbahati.

Dengan modal capaian ini, Pemkab Minsel kini memasang target yang lebih tinggi: mengajukan permohonan penilaian untuk ditetapkan sebagai Pusat Keunggulan Pengadaan Barang/Jasa di tingkat Proaktif kepada LKPP.


Bupati Franky Wongkar mengapresiasi pencapaian ini dan meminta komitmen tersebut terus dijaga menjadi standar baru dalam pelayanan publik.


“Kami menyampaikan penghargaan atas pencapaian ini dan memohon dukungan serta komitmennya untuk mengimplementasikan seluruh atribut yang telah dibangun, agar UKPBJ Kabupaten Minahasa Selatan dapat menjadi Pusat Keunggulan Pengadaan Barang/Jasa,” tutup Bupati FDW. (Kris’)

Next Post

Proyek Rp 44 Miliar Boulevard Amurang III Dikebut, Manajemen Proyek: "Kualitas dan K3 Harga Mati!"‎

Sat Nov 8 , 2025
LensaKawanua.Com _-AMURANG-_ Pembangunan proyek strategis Boulevard Amurang III yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai investasi fantastis, mencapai lebih dari Rp 44 miliar, terus menunjukkan kemajuan signifikan.‎‎Di tengah progres pengerjaan, pihak penanggung jawab proyek menegaskan komitmen mereka bahwa kualitas pengerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah […]

Anda suka ini