Cari Inspirasi di Kebun Binatang, Animator Sashya Subono Adaptasi Wajah Aktor Jadi Kera dalam Film Hollywood

Sashya Subono Halse, Facial Motion Animator untuk WETA digital di Selandia Baru (dok: Sashya Subono Halse)

Situs Deadline.com menyebut film Kingdom of the Planet of the Apes berhasil meraup penghasilan 4,8 triliun rupiah di seluruh dunia. Di balik film yang menggunakan teknologi canggih motion capture ini ada sosok animator Indonesia, Sashya Subono Halse, yang bekerja untuk WETA digital di Selandia Baru.

WASHINGTON, D.C. (VOA) — Belum lama ini kita mendengar sosok diaspora Indonesia, Sashya Subono Halse, yang terlibat dalam penggarapan film waralaba Hollywood terbaru, Kingdom of the Planet of the Apes.

Ia adalah Facial Motion Animator, atau animator yang bertugas menggerakkan wajah, yang bekerja untuk perusahaan WETA digital di Selandia Baru sejak tahun 2020.

“Aku dari awal memang tergila-gila dengan facial animation,” cerita Sashya Subono Halse kepada VOA belum lama ini.

Bisa menjadi animator, khusus di bagian Facial Motion untuk WETA digital adalah pekerjaan impian bagi Sashya. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri bahkan sejak tahun 2012.

Meskipun sempat kembali ke Indonesia dan mengajar di SAE Indonesia, Sashya terus mengasah kemampuannya di bidang animasi dengan mengambil kursus daring.

Sejak bergabung dengan WETA digital, Sashya sudah banyak terlibat dalam penggarapan berbagai serial televisi dan film Hollywood terkenal, diantaranya Hawkeye, She-Hulk: Attorney at Law, Guardians of the Galaxy Vol. 3, dan Avatar: The way of Water.

Pertama kali dirilis tahun 1968, ini merupakan salah satu film waralaba legendaris yang masih terus dirilis dengan cerita yang berbeda dan dinanti oleh para pecintanya. Hal ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para animator seperti Sashya, yang mencoba untuk menjaga kualitas yang ada.

Selengkaponya klik gambar…

Next Post

BMKG: 19% Zona Musim Masuki Musim Kemarau, Operasi Modifikasi Cuaca Dimulai

Sun Jun 2 , 2024
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan dari jumlah 699 zona musim, sebanyak 132 (19 persen) di antaranya telah memasuki musim kemarau. Mayoritas wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, yang sudah mengalami 21 hingga 30 hari tanpa hujan.  PALU (VOA) — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan […]

Anda suka ini