
VOA – Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menuduh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) secara tidak langsung mendanai pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) di Indonesia melalui pinjaman sebesar $600 juta meski lembaga itu berjanji tidak akan mendanai proyek-proyek terkait dengan bahan bakar fosil
Hal itu terungkap dalam laporan terbaru.
Laporan yang dibuat oleh empat LSM tersebut menyatakan bahwa ADB memberi pinjaman kepada Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada 2021 untuk mendukung rencana bisnis PLN selama sepuluh tahun ke depan dan mempromosikan penggunaan energi bersih. Pinjaman ADB itu tidak memiliki klausul yang membatasi penggunaan dana untuk pembangunan PLTU baru.
Selengkapnya klik gambar diatas…

