
LensaKawanua.Com _-AMURANG-_ Pembangunan proyek strategis Boulevard Amurang III yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai investasi fantastis, mencapai lebih dari Rp 44 miliar, terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Di tengah progres pengerjaan, pihak penanggung jawab proyek menegaskan komitmen mereka bahwa kualitas pengerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.
”Sebagai penanggung jawab, kami berkomitmen penuh pada kualitas, keselamatan, dan kepatuhan regulasi. Ini adalah harga mati,” ujar perwakilan manajemen proyek memberikan keterangan kepada Media ini.
Pihaknya menegaskan, proyek terus berjalan sesuai rencana dengan fokus utama memastikan setiap pengerjaan di lapangan 100% sesuai dengan standar kontrak yang telah disepakati.
Manajemen proyek juga menegaskan bahwa K3 adalah prioritas utama. Untuk menjamin hal tersebut, penerapan standar operasional prosedur (SOP) K3 diberlakukan secara ketat melalui langkah-langkah konkret, antara lain:
- Pengetatan Pengawasan: Sanksi tegas diberlakukan bagi pekerja atau pengawas yang melanggar kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).
- Pelatihan Intensif: Ketersediaan APD dipastikan memadai dan refresher training (pelatihan penyegaran) K3 dilaksanakan secara intensif. Hal ini untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya K3, sekalipun ada rasa “tidak nyaman” saat menggunakan APD.
Keselamatan juga berlaku bagi masyarakat sekitar. Rambu-rambu peringatan bahaya telah dipasang di berbagai titik dan patroli keamanan diintensifkan.
”Tujuannya jelas, agar masyarakat atau pihak yang tidak berkepentingan tidak memasuki area proyek, terutama di luar jam kerja, demi menghindari potensi kecelakaan,” tandasnya.
Mengenai kualitas pengerjaan, manajemen menjamin setiap detail harus sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu dalam kontrak.
”Kami berkomitmen memastikan semua pengerjaan, termasuk penanganan isu teknis seperti rembesan air, sesuai standar. Jika ditemukan kesalahan pengerjaan, kami akan melakukan perbaikan segera tanpa mengurangi standar kualitas yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Pihak proyek juga terbuka terhadap masukan, saran, dan kritik dari berbagai pihak demi kelancaran pembangunan.
”Kami sangat menghargai masukan dan saran. Hal itu menjadi evaluasi penting bagi kami,” tambahnya.
Manajemen proyek menutup pernyataan dengan menegaskan kembali target utama mereka: “Kami memastikan bahwa proyek yang menggunakan dana SBSN senilai Rp 44 miliar lebih ini akan diselesaikan tepat waktu, tepat anggaran, dan yang paling utama, tepat mutu sesuai standar kualitas dan keselamatan yang tinggi.”
Proyek Boulevard Amurang III diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi infrastruktur dan perekonomian lokal setelah selesai nanti. (Rei’)

