
Perusahaan batu bara di Indonesia, yang merupakan penghasil utama emisi karbon dioksida (CO2), mengabaikan emisi metana yang memanaskan planet, sehingga mengaburkan dampak lingkungan penuh dari operasi mereka, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada Senin (29/7).
Metana – yang bertanggung jawab atas sekitar sepertiga pemanasan dari gas rumah kaca – merupakan fokus utama bagi negara-negara yang ingin memangkas emisi dengan cepat dan memperlambat perubahan iklim.
Lembaga kajian energi yang berbasis di London, Ember, menganalisis profil emisi dari 10 perusahaan pertambangan batu bara besar di Indonesia, yang secara kolektif bertanggung jawab atas setengah dari produksi batu bara di negara ini.
Mereka menemukan bahwa hanya empat dari 10 perusahaan yang memasukkan emisi metana tambang batu bara (CMM) dalam inventaris emisi mereka, yang menunjukkan bahwa dampak lingkungan dari penambangan batu bara di Indonesia, tidak diperhitungkan secara menyeluruh.
VOA Indonesia – Selengkapnya Klik Gambar…

