SMK NEGERI 1 AMURANG SUKSES MELAKSANAKAN KEGIATAN IHT (IN HOUSE TRAINING) IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA T.A 2023/2024 Dari Tgl. 17, 18 dan 20 Juli 2023.

Amurang, IHT merupakan Singkatan dari  In House Training adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah SMK Negeri 1 Amurang dalam rangka meningkatkan kompetensi guru. In House Training (IHT) merupakan agenda rutin setiap tahun ajaran baru, sebagai pelatihan internal sekolah untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Pendidik. Materi IHT kali ini adalah berhubungan dengan Implementasi Kurikulum Merdeka dalam membentuk profil pelajar Pancasila “Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar”

Kegiatan IHT ini dibuka oleh Kepala SMK Negeri 1 Amurang Ibu Jevie Jane Maliangkay, S.Pd. Didalam sambutannya, beliau menyampaikan tujuan IHT sebagai berikut:  

Meningkatkan kompetensi dan optimalisasi peran guru, khususnya guru mata pelajaran di sekolah  SMK Negeri 1 Amurang agar dapat menyajikan materi pelajaran dengan baik dan benar Serta menumbuhkan komitmen profesional guru dalam meningkatkan penguasaan materi pembelajaran, Meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan dalam pengelolaan pembelajaran dan menyajikan materi pelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sekolah tegas Jevie.

Mengaplikasikan hasil kegiatan kepada peserta didik dengan harapan dapat bermuara pada peningkatan mutu pendidikan.

Sebagian besar pemberi materi pada kegiatan tersebut melibatkan Guru Internal SMK Negeri 1 Amurang yang berkompeten di bidangnya dan satu orang lagi pemateri adalah pengawas dari Cabang Dinas Minsel-Mitra, dan sebagai pemberi materi terakhir  mengenai “Mengenal P5 dalam Kurikulum Merdeka serta Penerapannya” ialah Kepala SMK Negeri 1 Amurang Ibu Jevie Jane Maliangkay, S.Pd dalam materinya Jevie menerangkan P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan dasar utama dalam Implementasi kurikulum merdeka, sebab P5 adalah kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan Profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila, membuat desain implementasi sesuai tema yang dipilih Bangunlah Jiwa dan Raga, Tema Suara Demokrasi ,dan Tema Wajib Kebekerjaan dengan penentuan alokasi waktu, time line Project, khusus guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.

Antusias guru-guru yang mengikuti IHT ini responnya sangat baik, salah satu peserta yang mengikuti IHT sekaligus pemberi materi Drs. Jermias Kontu mengungkapkan IHT tahun ini sangat seru, kami tidak terlalu tegang dalam mengikuti kegiatan ini karena ada yang namanya “Ice Breaking” yang seru sehingga mencairkan suasana ditambah lagi materi terakhir yang disampaikan ibu Kepsek penjelasannya di ikuti dengan contoh-contoh yang ada sehingga kepinteranya memudahkan kami untuk menangkap penjelasannya dan sangat dimengerti, beliau sudah sangat berpengalaman dan mempunyai jam terbang yang tinggi dalam hal seperti ini jelas Kontu.

Next Post

Fakta atau Fantasi: Menonton Uang Miliaran Hasil Korupsi di Layar TV

Thu Jul 20 , 2023
Sumber : VOA Indonesia Klik gambar diatas menuju ke web portal VOA Indonesia : untuk berita selengkapnya

Anda suka ini