Kadis Kesehatan MINSEL Dr.Wiwin Opod Berbagi Tips Cara Pencegahan Pneumonia Pada Anak

#Lensa Kawanua – Pneumonia pada anak merupakan kondisi yang perlu diwaspadai oleh orang tua karena dapat menyebabkan gangguan serius bahkan kematian apabila tidak segera ditangani. Gejala pneumonia pada anak sering kali dikatakan mirip dengan batuk pilek biasa. Sehingga tak jarang gejala pneumonia pada anak kerap disepelekan.

Infeksi tersebut kemudian menuju paru-paru dan menyebabkan penumpukan cairan, sehingga mengakibatkan aliran udara di dalam paru-paru tersumbat. Pada kondisi ini, napas anak akan menjadi semakin berat hingga mengalami kesulitan dalam bernapas,
(Dikutip dari Tim Medis Siloam Hospitals)

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan pada sistem pernapasan. Pneumonia pada anak terjadi ketika paru-paru anak mengalami peradangan atau infeksi. Kondisi ini biasanya diawali dengan infeksi pada saluran pernapasan atas, seperti hidung dan tenggorokan.

Mengutip dari IDAI, pneumonia yang menyerang anak dapat disebabkan oleh berbagai macam virus, bakteri, atau jamur. Bakteri yang paling banyak ditemukan pada kasus pneumonia adalah pneumokokus (Streptococcus pneumonia), stafilokokus (Staphylococcus aureus), dan HiB (Haemophilus influenzae type b).

Sementara itu, beberapa virus yang dapat menyebabkan pneumonia pada si kecil adalah rhinovirus, virus influenza, dan respiratory syncytial virus (RSV). Selain itu, virus campak (morbili) juga dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia pada kondisi tertentu.

Salah satu alasan mengapa anak lebih rentan terkena pneumonia adalah karena sistem imun tubuhnya yang masih lemah dan belum terbentuk sempurna. Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia adalah:

-Mengalami kelahiran prematur.
-Kurang gizi (malnutrisi).
-Menderita infeksi tertentu, seperti campak atau HIV.
-Belum memperoleh vaksin pneumonia.
-Tidak mendapatkan ASI eksklusif ketika bayi.
-Terdapat kelainan bawaan pada organ paru-paru dan pernapasan.
-Faktor lingkungan, seperti paparan asap rokok, debu, polusi udara, atau tinggal di daerah pemukiman padat penduduk.

Dan beberapa ciri gejalanya adalah:
-Demam.
-Tampak sesak napas.
-Muntah atau diare.
-Batuk kering atau berdahak disertai lendir.
-Kelelahan.
-Kehilangan nafsu makan.
-Pada kondisi lebih parah, terjadi perubahan warna bibir dan kuku membiru (sianosis)

Memperhatikan keseriusan Masalah Penyakit Pneumonia pada anak,Kadis kesehatan Minsel DR. Wiwin Opod,menghimbau dan mensosialisasikan juga memberikan beberapa tips pencegahan terhadap Penyakit Pneumonia:

-Dengan Mencukupi kebutuhan gizi anak. Berikan ASI kepada anak/bayi setidaknya selama 6 bulan pertama, dan juga cukupi kebutuhan nutrisinya selama MPASI dengan memberikan asupan buah, sayur, dan makanan bergizi lainnya.
-Melengkapi imunisasi anak. Pastikan anak sudah mendapatkan vaksin pneumonia.
-Menerapkan perilaku hidup sehat sejak dini. (Biasakan anak untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum/sesudah makan, pastikan juga kebersihan rumah dan makanan yang dikonsumsi anak terjaga dengan baik), tutur Opod. (Advetorial)

Next Post

Bupati FDW Hadiri Safari Natal Pemkab Minsel di Kec. Tompaso Baru dan Kec. Maesaan

Tue Dec 5 , 2023
Bupati Minahasa Selatan Bpk. Franky Donny Wongkar, SH., menghadiri Ibadah Safari Natal Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di Kecamatan Tompaso Baru dan Kecamatan Maesaan, bertempat di Gereja Sidang KGPM Efrata Tompaso Baru.Selasa, 5 Desember 2023 Khadim Ibadah Bpk. Pdt. Jimmy Oroh, S.Th., selaku Pimpinan Majelis Sidang KGPM Efrata Tompaso Baru. Bupati […]

Anda suka ini