Viral! Puskesmas Modoinding Diguncang Tuduhan Fatal, Publik Pertanyakan Kinerja Dinkes Minsel

Lensakawanua. Com _-MINAHASA SELATAN-_ Fasilitas layanan kesehatan publik dihebohkan dengan insiden memilukan yang terjadi di Puskesmas Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara. Kamis (11/12)

‎Kematian seorang pasien korban kecelakaan bernama Om Ernes (Ernes Kawonal) setelah dugaan penundaan penanganan medis selama berjam-jam telah menjadi viral, memicu kemarahan publik.

‎Unggahan video dan foto yang beredar di media sosial menarasikan bahwa Om Ernes dibawa ke Puskesmas dalam kondisi darurat pada pagi hari, namun diduga diabaikan dan penanganan medisnya tertunda.

‎Tuduhan utama yang dilemparkan keluarga dan publik adalah Puskesmas lebih mengutamakan penyelesaian urusan administrasi daripada memberikan pertolongan penyelamat nyawa (life saving actions).

‎”Puskesmas Modoinding lebih utamakan administrasi daripada nyawa, Om Ernes diabaikan selama tiga jam berujung meninggal dunia,” demikian narasi kemarahan yang beredar luas di berbagai platform.

‎Narasi tersebut sontak memantik kecaman keras, mengingat peraturan kesehatan menegaskan bahwa pasien gawat darurat harus menerima pertolongan pertama tanpa terhalang oleh urusan jaminan kesehatan atau biaya. Dugaan pelanggaran fatal terhadap prinsip ini yang mendorong desakan agar otoritas kesehatan segera bertindak.

‎Saat dihubungi Wartawan Media Lensakawanua.Com Melalui Pesan WA Pribadi. Jumat,(12/12) 00.00 dinihari, Kepala Puskesmas  Modoinding  segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan tuduhan tersebut,dan menyajikan kronologi yang berbeda:
‎**Penerimaan Pasien: Pasien Bpk. Ernes Kawonal tiba pukul 08.15 WITA akibat kecelakaan, diantar menggunakan ambulans Cantia (kebetulan mengarah ke Kotamobagu),informasi korban mengalami kecelakaan di desa Sinisir dan Saat tiba, kondisi pasien sadar, dengan tekanan darah T=170/100 dan saturasi oksigen Spo2 98\%.

‎**Penanganan Awal: Petugas UGD telah melakukan perawatan meliputi pembersihan luka, pendampingan, dan pemberian obat.

‎**Kendala Infus dan Keluarga: Petugas tidak dapat melakukan pemasangan infus karena tidak ada persetujuan dari keluarga; sementara keluarga baru tiba sekitar pukul 11.00 WITA. Petugas bahkan sudah memposting informasi di media sosial agar keluarga segera datang, karena pasien masuk tanpa didampingi. Penurunan kesadaran pasien terjadi menjelang kedatangan keluarga.

‎**Proses rujukan terkendala oleh Keterlambatan keluarga tiba.

**Sistem rujukan elektronik (SISRUTE) ke RS Cantia tidak direspon.

‎**Ketika sopir ambulans Puskesmas (yang sedang sakit dan dipanggil) tiba, keluarga telah memutuskan membawa pasien sendiri menggunakan angkutan umum (Angkot/Oto Mikro).

‎**Ketiadaan Petugas di Video: Kepala Puskesmas mencatat bahwa petugas UGD terpaksa meninggalkan pos jaga karena situasi sudah tidak kondusif akibat keluarga yang tidak kooperatif. “Petugas di UGD sudah lari ke dalam meninggalkan UGD karena keluarga sudah tidak kooperatif, makanya di video seakan-akan tidak ada petugas jaga,” jelas Kapus pada pesan WAnya.

Publik Mendesak Dinas Kesehatan Minsel Diminta Turun Tangan, Meskipun terdapat klarifikasi dari pihak Puskesmas, insiden ini tetap menyisakan pertanyaan besar terkait komunikasi, kesiapan SOP gawat darurat, dan kinerja sistem rujukan.

Masyarakat Minahasa Selatan mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minsel untuk segera membentuk tim investigasi independen. Investigasi ini dianggap penting untuk:

**Menguji Kepatuhan SOP: Memastikan apakah prioritas life saving actions telah dijalankan sesuai standar.

**Menilai Kesiapan Sistem: Menelusuri kegagalan respons SISRUTE dan ketersediaan petugas/ambulans.

**Evaluasi Etika Pelayanan: Menilai profesionalitas petugas dalam menghadapi tekanan keluarga pasien.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Minsel terkait langkah spesifik atau sanksi yang akan diberikan.

‎Publik menuntut transparansi dan akuntabilitas penuh dari Dinkes Minsel guna mencegah terulangnya tragedi serupa di fasilitas kesehatan publik.(*R31)

Next Post

Kembali Ukir Prestasi! KB-PAUD Permata Bunda Tumpaan II Sabet Akreditasi BAN-PDM

Fri Dec 12 , 2025
Lensakawanu.com- (Minsel) – Komitmen Desa Tumpaan II dalam memprioritaskan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) membuahkan hasil gemilang.‎‎ Kelompok Bermain (KB) – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Permata Bunda Desa Tumpaan II, resmi meraih status Terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM).‎‎ […]

Anda suka ini