
Lensakawanua.Com – AMURANG TIMUR – Intensitas hujan yang tinggi disertai cuaca tak menentu yang melanda wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) belakangan ini, memicu kewaspadaan tinggi di Kecamatan Amurang Timur.
Menindaklanjuti Arahan tegas dari Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar, SH, dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, SIP, Camat Amurang Timur, Meylisa Fenny Aring, bergerak cepat mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran pemerintah di tingkat desa dan kelurahan.
Sebagaimana, Bupati FDW dan Wabup TK dalam berbagai kesempatan selalu tekanan filosofi “Gerak Cepat” dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis.
Bupati FDW meminta agar keselamatan warga menjadi prioritas mutlak, sementara Wabup Theodorus Kawatu, dengan latar belakang militernya, tekanan pentingnya disiplin rantai komando dan kecepatan koordinasi lapangan.
Menerjemahkan Arahan pimpinan daerah tersebut, Camat Meylisa meminta para Hukum Tua, Lurah, serta seluruh perangkat desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh dalam menjaga kondisi wilayah masing-masing.
“Sesuai petunjuk Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati, pemerintah tidak boleh lengah. Oleh karena itu, kepada seluruh Hukum Tua, Lurah, dan Perangkat Desa se-Kecamatan Amurang Timur, saya perintahkan untuk siaga dan terus menjaga wilayahnya 24 jam,” tegas Meylisa, Selasa (18/11/2025).
Camat Multi talenta ini menegaskan bahwa potensi bencana seperti tanah longsor, pohon tumbang, hingga gelombang pasang di pesisir pantai harus diantisipasi sejak dini. Ia memastikan saluran komunikasi harus tetap terbuka agar sekecil apa pun bisa segera ditindaklanjuti sesuai prosedur kedaruratan yang diarahkan oleh informasi pemerintah kabupaten.

Lebih lanjut, Camat Meylisa menekankan pentingnya kecepatan penanganan dan sinergitas, poin yang sering digarisbawahi oleh Wabup Theodorus Kawatu. Ia meminta perangkat pemerintah setempat tidak ragu untuk segera menghubungi instansi terkait jika terjadi kondisi yang membahayakan.
“Koordinasi lintas sektor adalah kunci. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau kondisi darurat, segera laporkan. Jangan berhenti. Segera berkoordinasi dengan pihak BPBD, Tim SAR, serta rekan-rekan TNI dan Polri. Ingat, kecepatan laporan Anda sangat menentukan keselamatan warga,” imbuh Camat Berparas Ayu ini.
Bagi masyarakat, Camat juga mengingatkan untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan pesisir pantai. Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan aparat keamanan dapat meminimalisir risiko dampak bencana di wilayah Amurang Timur.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama pemerintah FDW-TK. Mari kita saling menjaga, tetap waspada, dan terus berdoa agar wilayah kita aman dari bencana,” tutup Meylisa.
Jika warga menemukan kondisi yang membahayakan, segera hubungi:
BPBD Minahasa Selatan: 0823-4725-8369 / 0823-2883-4895
Layanan Darurat Polri: 110
(*Kris )

