Antisipasi Dampak Fenomena La Nina dan Cuaca Ekstrem,Wongkar Himbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Bupati Minahasa Selatan, Franky Donni Wongkar SH

#Lensakawanua (MINSEL) -Menyikapi Perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi dan peningkatan intensitas curah hujan akhir-akhir ini yang tidak dapat dipungkiri bisa memicu bencana alam,akibat dampak dari Fenomena La Nina, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar SH. Menghimbau kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kewaspadaan.#Lensakawanua.com_

Memperhatikan Kondisi cuaca ekstrem,dan Fenomena La Nina tersebut, Orang Nomor 1 di Minsel ini, saat di konfirmasi wartawan LensaKawanua.com, Bupati yang Kerap di sapa FDW, Mengatakan: Fenomena La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan di berbagai wilayah, yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor, ucapnya.

Di kutip dari BMKG.go.id ,La Nina sendiri adalah fenomena mendinginnya suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di bawah kondisi normalnya.Di sisi lain, pendinginan SML di Samudra Pasifik tersebut diikuti oleh menghangatnya SML di perairan Indonesia sehingga menggiatkan pertumbuhan awan awan hujan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Dalam langkah mengantisipasi potensi bencana pada cuaca ekstrem yang terjadi saat ini, kami telah mengeluarkan surat edaran berupa Himbauan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD)dan kiranya dapat diteruskan ke Masyarakat.tegas Bupati FDW

Berikut point point penting dalam surat edaran nomor 29 tahun 2023 Bupati tertanggal Sabtu 06 Desember 2023#Lensakawanua_tentang himbauan mengantisipasi cuaca ekstrem di Kabupaten Minahasa Selatan,yang harus menjadi perhatian masyarakat dan stakeholder terkait untuk mengantisipasi potensi bencana,di antaranya ;

-Bagi yang bermukim di DAS untuk selalu waspada sewaktu-waktu bisa terjadi luapan air sungai.

-Memperhatikan drainase sehingga tidak terjadi penyumbatan

-Tetap menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal

-Menempatkan barang-barang di tempat yang tinggi apabila terjadi hujan lebat

-Nelayan yang melaut senantiasa memperhatikan angin kencang dan gelombang pasang

-Menjaga keamanan dan kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal

-Mengidentifikasi daerah aman untuk dijadikan shelter sementara seperti rumah ibadah, sekolah atau kantor desa

-Menetapkan tempat evakuasi berbasis protokol kesehatan

-Meneruskan himbauan ini kepada masyarakat dalam setiap kesempatan

-Apabila terjadi bencana segera melaporkan ke pemerintah setempat/BPBD Kabupaten Minahasa Selatan dengan Contat person : 082328834895, atau 081257698013 dan 081356565775.#Lensakawanua

Bupati juga berpesan bagi para Camat, Lurah/Hukum Tua agar tetap siaga memantau wilayah masing-masing dan terus laporkan keadaan terkini sehubungan dengan peralihan musim yang terjadi. Termasuk berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait,dan teruskan Berita Himbauan ini kepada Seluruh Masyarakat.

Dan Jangan Lupa untuk terus Berdoa dan Memohon Tuntunan dan Penyertaan Tuhan, Yakin dan Percaya Kita Selalu Dalam Lindungan Yang Maha Kuasa. Tutup Bupati Frangky Wongkar. (Kris*Lensa Kawanua)

Next Post

Indonesia Setujui Penanaman Kembali Kelapa Sawit Seluas 53 Ribu Hektare pada 2023

Thu Jan 11 , 2024
VOA Indonesia – Indonesia pada tahun 2023 menyetujui penanaman kembali pohon kelapa sawit seluas 53.012 hektare di lahan milik para petani kecil di bawah program bersubsidi, menurut data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) pada hari Rabu (10/1). Klik gambar diatas untuk berita selengkapnya…

Anda suka ini