Pusat Data Nasional Diretas, Pakar: Pemerintah Tak Pernah Belajar dari Kesalahan

ILUSTRASI – Pelayanan publik di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang terdampak serangan ransomware sejak pekan lalu, diyakini akan pulih bulan ini. (Graphics by Diaa Bekheet)

Pemerintah berjanji akan meningkatkan keamanan siber pasca diretasnya Pusat Data Nasional (PDN). Namun pakar menyayangkan ketidaksigapan pemerintah mengatasi masalah peretasan yang telah berulangkali terjadi dan mengganggu layanan publik ini. 

JAKARTA — Pelayanan publik di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang terdampak serangan ransomware sejak pekan lalu, diyakini akan pulih bulan ini. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto menyampaikan hal ini seusai rapat koordinasi di kantornya di Jakarta, hari Senin (1/7).

“Dari hasil rapat, dapat saya simpulkan bahwa untuk pelayanan menggunakan PDNS 2 itu bisa melaksanakan pelayanan secara aktif pada Juli 2024,” ujarnya seraya menambahkan bahwa nantinya data cadangan dari berbagai server di PDNS 2 Surabaya akan dipindahkan ke Pusat Data Nasional (PDN) yang ada di Batam.

“Kalau secara operasional Pusat Data Nasional Sementara ada gangguan, masih ada backup yaitu di DRC atau hotsite yang ada di Batam dan bisa autogate interactive service dan setiap pemilik data centre juga memiliki backup sehingga paling tidak ada tiga lapis sampai empat lapis backup,” jelasnya.

Selengkapnya klik gambar…

Next Post

Evaluasi Pelaksanaan Haji, DPR Kritik Pemerintah, Siap Bentuk Pansus

Wed Jul 3 , 2024
Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat mengkritisi pelaksanaan ibadah haji yang dikelola Kementerian Agama, bekerjasama dengan Garuda Indonesia.  Tim mendorong pembentukan pansus untuk mencari jalan keluar beberapa masalah yang ditemui jemaah supaya tidak terulang lagi.   JAKARTA — Kuota haji dan indikasi jual beli visa adalah salah satu yang menjadi fokus evaluasi […]

Anda suka ini