
Lensa Kawanua. Com _ Amurang Timur_ (Minsel) – Pemerintah Kecamatan Amurang Timur (AmTim), Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang rentan terjadi di musim kemarau.
Salah satu imbauan utama adalah agar warga tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama di area terbuka dan dekat permukiman, juga di Lahan perkebunan, serta membuang puntung rokok sembarangan. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau.
Peringatan ini disampaikan oleh Camat Amurang Timur Meylisa F Aring, SSTP,M.Si.,saat ditemui Media Lensa Kawanua. Senin (28/07/2025). Camat Aring menegaskan, pembakaran Sampah ataupun Lahan pada musim kemarau dan membuang puntung rokok sembarangan dapat memicu kebakaran besar karena cuaca yang panas, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang mengering, sehingga api mudah merambat dan sulit dikendalikan.
“Jangan bakar sampah di pinggir rumah atau di lahan kosong, ataupun di lahan perkebunan, dan jangan sembarang membuang sisa puntung rokok yang masih berapi secara sembarangan Saat musim kemarau, karena angin kencang dan tanaman kering akan mempercepat perambatan api. Kalau sudah menjalar, akan sulit ditangani,” ucap Camat Aring
Berikut adalah beberapa himbauan Pemerintah Kecamatan dalam hal Camat Meylisa Aring kepada seluruh pemerintah Desa dan Kelurahan yang berada di wilayah kerja Kecamatan Amurang Timur dan untuk disosialisasikan kepada seluruh masyarakat di masing masing Desa/Kelurahan, dalam memasuki musim kemarau :
1.- Tidak membakar sampah sembarangan.
2.- Tidak membakar Lahan Perladangan.
3.- Tidak mebuang puntung rokok sembarangan
4.- Jauhkan alat- alat yang bisa menimbulkan api dari jangkauan anak -anak
5.- Periksa dan pastikan kompor/alat masak dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah
6.- Tidak memasang Steker bertumpuk untuk beban listrik yang besar
7.- Menyediakan tempat penampungan Air bersih
8.- Menggunakan Topi dan masker saat keluar rumah
9.- minum air sebelum haus
10.- Saat diluar rumah usahakan berada di tempat teduh
Lebih lanjut Camat Aring memaparkan, Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi tentang kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Amurang Timur, Camat Berparas Ayu ini mengingatkan bahwa potensi bahaya tetap ada. Aktivitas pembakaran yang tampak sepele bisa berdampak fatal jika apinya tertiup angin dan menyebar ke area permukiman atau lahan perkebunan dan rumput ilalang yang sudah kering.
“Sejauh ini situasi dan kondisi masih aman, tetapi masyarakat jangan lengah. Jangan sampai membuat Api atau membakar Sampah lalu ditinggal. Itu sangat berisiko,” Pesannya.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, sesuai Himbauan dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Bpk. Bupati Franky Donny Wongkar, SH., dan Wakil Bupati Bpk Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, SIP., Camat Aring membagikan Nomor telepon darurat yang bisa dihubungi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang Bersiaga untuk menangani jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

” 082328834895 _ 081257698013 _ 081356565775 . (BPBD) dan 085256671540 _ 08134384013 _ 081343839154 (Damkar), silakan menghubungi dan melaporkan di nomor nomor ini jika warga masyarakat melihat kejadian mencurigakan atau ada kobaran api yang tidak terkendali”. Papar Camat Aring.
Imbauan ini menjadi langkah antisipatif yang penting untuk Kecamatan Amurang Timur dalam menghadapi musim angin kencang saat puncak musim kemarau, Peningkatan partisipasi dan kesadaran warga sangat dibutuhkan demi mencegah bencana kebakaran yang dapat mengancam keselamatan dan harta benda,
Pihaknya menegaskan bahwa bersama dengan Forkopimca, akan menindak tegas pelaku yang tidak patuh terhadap himbauan ini. Seluruh lapisan masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kesadaran bersama dan kepedulian terhadap lingkungan, diharapkan dapat mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Kecamatan Amurang Timur dan sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi yang akan datang.(*Kris)

