
Lensakawanua.Com -Popontolen-Minsel, Suasana hangat penuh keakraban terasa jelas di Lokasi pertemuan Warga Contreng Desa Popontolen bersama PT Tropica Coco Prima. Senin (21/9/2026).
Di tengah hembusan angin dan teriknya matahari di Minahasa Selatan, riak isu limbah pabrik PT Tropica Coco Prima yang sempat ramai diperbincangkan jagat media sosial perlahan luluh. Hari itu menjadi saksi dan momen bersejarah: seluruh jajaran pimpinan tertinggi perusahaan melangkah turun langsung, duduk bersama warga Kampung (Contreng)Popontolen untuk merajut kembali benang silaturahmi yang sempat renggang.
Diskusi terbuka yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Popontolen di bawah kepemimpinan Hukum Tua Frando Kumajas ini berlangsung dinamis namun sejuk. Di hadapan meja perundingan, raut wajah warga yang semula dipenuhi ketidakpastian mulai mencair saat satu per satu aspirasi mereka didengarkan secara utuh.
Penantian Panjang Bertahun-Tahun yang Akhirnya Terjawab. Ungkapan keluh kesah yang selama ini terpendam akhirnya tumpah. Warga menumpahkan isi hati mereka terkait persoalan lingkungan dan kesejahteraan yang seolah membelenggu tanpa kepastian sejak bertahun-tahun lalu.
“Persoalan ini sebenarnya sudah lama sekali kami keluhkan, bahkan sejak masa pandemi COVID-19 di tahun 2020 lalu. Waktu itu memang pernah ada perwakilan yang datang, tapi tidak pernah ada hasil riil bagi kami masyarakat. Bertahun-tahun kami menunggu, dan baru hari ini—lewat kepedulian Pemdes Popontolen—semua pimpinan perusahaan hadir lengkap, duduk langsung dengan kami dan benar-benar merealisasikan solusi,” tutur perwakilan warga Kampung Contreng dengan nada haru.
Merespons hal tersebut, manajemen baru PT Tropica Coco Prima menunjukkan sikap ksatria dan kepedulian yang mendalam. General Manager, Alexsander Gala, menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaktahuan mereka terhadap polemik di masa lalu, mengingat jajaran pimpinan saat ini merupakan manajemen yang baru menjabat.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan di masa lalu. Kami di sini adalah manajemen baru dan belum lama bertugas, jadi keluhan bapak dan ibu yang lalu-lalu jujur kami tidak mengetahuinya. Namun hari ini, kami hadir lengkap di hadapan bapak ibu sekalian untuk mendengar langsung. Apa yang menjadi kesepakatan hari ini, pasti akan kami realisasikan. Ke depan, jika ada keluhan apa pun, pintu kami selalu terbuka,” tegas Alexsander di hadapan warga.

Tidak sekadar berwacana, iktikad baik perusahaan langsung dibuktikan di tempat. Mewakili pihak Direksi dan bidang spesialis limbah Lucky Koliol, merinci sejumlah komitmen nyata yang langsung dieksekusi demi kesejahteraan warga sekitar pabrik:
-Pemasangan 5 titik lampu jalan untuk keamanan dan kenyamanan lingkungan pemukiman warga (contreng) Popontolen
-Bantuan Sosial dan Kesehatan Penyaluran paket bahan pokok secara berkala untuk masyarakat terdampak.
-Upah pekerja cleanning ditambah dari 100.000/orang menjadi 150.000/orang
-Pemberian Alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja
-Pemberian Air mineral 5 dus, Gula,Kopi dan Teh setiap ada kedukaan di Contreng.
-Bantuan sembako jelang Natal dan Tahun Baru diberikan pada 20 Desember.

Direktur Utama PT Tropica Coco Prima, Aprilia Sarah Togas, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Hukum Tua Frando Kumajas dan perangkat desa yang telah menjadi jembatan kebaikan ini. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minsel agar seluruh tata kelola limbah berjalan baik dan sesuai aturan yang berlaku.
“Terima kasih juga kepada rekan-rekan Media dan LSM yang sudah mengawal pertemuan ini dengan sangat baik. Kami sadar manajemen kami masih baru dan terus berbenah. Begitu mendengar keluhan warga, kami tidak ingin menunda dan langsung turun ke lapangan agar permasalahan ini selesai dengan jalan keluar yang menyejukkan semua pihak,” ungkap Aprilia Sarah Togas.

Aksi kepedulian PT Tropica Coco Prima ditutup dengan penyerahan langsung bantuan pangan berupa beras 5 kg per kepala keluarga bagi warga Kampung Contreng yang bermukim di sekitar pabrik yang hadir saat itu dan yang terdata.
Senyum lega dan jabat tangan hangat warga menjadi penanda dimulainya babak baru hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat Popontolen.
Turut Hadir dalam Kegiatan: Hukum Tua Frando Kumajas beserta Perangkat Desa Popontolen,
Ketua BPD Desa Popontolen Defie Tambuwun, Direktur Utama PT Tropica Coco Prima, Aprilia Sarah Togas, General Manager PT Tropica Coco Prima, Alexsander Gala, Direksi PT Tropica Coco Prima, Lucky Koliol beserta staf manajemen, Tokoh Masyarakat dan Warga Kampung Contreng Desa Popontolen, Perwakilan LSM dan Insan Pers. (*Kris)
