
Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diperingati hari ini, 31 Mei, mengampanyekan perlindungan anak dari intervensi industri produk tembakau. Berbagai pihak menilai perlu regulasi yang kuat untuk menghadapi gencarnya pemasaran produk rokok di media sosial.
PALU (VOA) — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan perokok aktif pada kelompok anak dan remaja terus meningkat hingga sudah mencapai tingkat yang membahayakan. Kelompok anak dan remaja tercatat sebagai kelompok dengan peningkatan jumlah perokok yang paling signifikan.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eva Susanti mengatakan pertumbuhan perokok aktif di kalangan anak dan remaja tidak terlepas dari strategi industri rokok tembakau yang gencar memasarkan produduknya ke masyarakat melalui media sosial, yang menjadi platform kegemaran anak muda.
“Selain hal-hal tersebut yang dilakukan juga ada beberapa hal yang dilakukan terutama terkait dengan pemberian sponsor, kegiatan kepemudaaan, sponsor dalam pembiayaan pendidikan juga merupakan strategi-strategi lain yang digunakan oleh pihak-pihak untuk bisa mengintervensi pemuda atau anak -anak bangsa ini,” kata Eva Susanti dalam temu media Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024, Rabu (29/5).
Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2024 mengambil tema “Lindungi Anak dari Campur Tangan Industri Produk Tembakau.”

