Ancaman Ransomware Diprediksi Terus Meningkat, Pakar: Perlu Koordinasi Penanganan

Serangan siber oleh peretas asing telah melumpuhkan Pusat Data Nasional di Indonesia dan peretas meminta sejumlah uang tebusan (foto: ilustrasi).

Pemerintah Indonesia masih terus berupaya mengatasi serangan siber yang melumpuhkan terhadap Pusat Data Nasional dan tuntutan tebusan atau ransomware.

VOA — Para pakar siber memproyeksikan ancaman serangan siber pada pemerintah dan lembaga-lembaga internasional akan terus meningkat di masa-masa mendatang, dan memberi pandangan pro dan kontra soal pembayaran tebusan.

Hampir dua pekan sejak Pusat Data Nasional Indonesia diretas oleh kriminal siber, lebih dari 200 instansi pemerintah dan swasta, temasuk sektor finansial dan imigrasi, nyaris lumpuh. Hingga hari Sabtu (29/6) layanan imigrasi masih belum pulih dan antrean panjang pemeriksaan imigrasi terjadi di bandara internasional Soekarno Hatta, meski sempat berfungsi sebagian. Untuk membuka kembali akses data nasional dan mengaktifkan kembali operasi, para peretas menuntut uang tebusan US$8 juta.

Selengkapnya klik gambar…

Next Post

Beryl Mendarat sebagai Badai Kategori 4 di Pulau Dekat Grenada

Wed Jul 3 , 2024
Badai Beryl yang berbahaya dan sangat dahsyat menghantam pulau Carriacou di Karibia pada Senin (1/7). Beryl menjadi badai berkekuatan Kategori 4 paling awal yang terbentuk di Atlantik, dipicu oleh perairan yang bersuhu hangat mencapai rekor. Beryl membawa angin dengan kecepatan hingga 240 km/jam, hampir sama dengan kecepatan angin pada badai […]

Anda suka ini