
Pemerintah Indonesia masih terus berupaya mengatasi serangan siber yang melumpuhkan terhadap Pusat Data Nasional dan tuntutan tebusan atau ransomware.
VOA — Para pakar siber memproyeksikan ancaman serangan siber pada pemerintah dan lembaga-lembaga internasional akan terus meningkat di masa-masa mendatang, dan memberi pandangan pro dan kontra soal pembayaran tebusan.
Hampir dua pekan sejak Pusat Data Nasional Indonesia diretas oleh kriminal siber, lebih dari 200 instansi pemerintah dan swasta, temasuk sektor finansial dan imigrasi, nyaris lumpuh. Hingga hari Sabtu (29/6) layanan imigrasi masih belum pulih dan antrean panjang pemeriksaan imigrasi terjadi di bandara internasional Soekarno Hatta, meski sempat berfungsi sebagian. Untuk membuka kembali akses data nasional dan mengaktifkan kembali operasi, para peretas menuntut uang tebusan US$8 juta.
Selengkapnya klik gambar…

