VOA – Indonesia, salah satu konsumen unggas terbesar di Asia, menggunakan lebih sedikit jagung dalam ransum pakan ternak karena kekeringan yang disebabkan oleh El Nino mengurangi produksi biji-bijian kuning tersebut, kata seorang pejabat industri, Selasa (5/3).

“Jagung untuk pakan sangat mahal, jadi kami menggantinya dengan gandum yang sebagian besar kami dapatkan dari Laut Hitam dan sebagian dari Australia,” kata Desianto Budi Utomo, Ketua Umum Asosiasi Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).
“Terjadi kekurangan stok jagung yang besar di pabrik pakan pada tahun 2023. Hal ini dikarenakan stok jagung yang tidak mencukupi untuk industri pakan,” sebutnya.
Selengkapnya, klik gambar diatas…

