Kadis kesehatan Minsel Dr. Wiwin Opod Jelaskan, Stunting dan Gisi Buruk “Serupa Tapi Tak Sama”

#Lensakawanua – Setelah Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar,SH,Melepas Rombongan Orang Tua Anak Asuh Stunting dalam Rangka memkampanyekan Gerakan Lawan Stunting Untuk Hasilkan Generasi Hebat,beberapa waktu yang lalu, Dinas Kesehatan Minsel, langsung bergerak.

Dinas Kesehatan Melaksanakan Kunjungan Rumah Balita Stunting di desa Lopana Kec. Amurang Timur yang menjadi hak asuh anak Stunting sebagai bentuk penekanan untuk menurunkan angka Stunting di Kab. Minahasa Selatan.

Juga melaksanakan pendampingan Kunjungan rumah bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Ibu Glady N. L Kawatu, SH., MSi pada bayi dan balita di desa Lansot serta Balita di desa Pinamorongan Kec. Tareran).

Kepala Dinas Kesehatan Minsel Dr Wiwin Opod, dalam kesempatannya beliau menjelaskan perbedaan Dari stunting dan Gizi Buruk,“sebagai Masyarakat, sebagai orang tua, tentunya kita harus memahami apa itu gizi buruk dan apa itu stunting,bisa dibilang ini adalah Serupa Tapi Tak Sama”, berikut adalah penjelasan singkat apa itu gizi buruk.

Anak dengan gizi buruk biasanya memiliki ciri-ciri kulit yang kering, lemak di bawah kulit berkurang, dan otot mengecil. Jika telah mencapai tahap lanjut, ada kemungkinan perut anak menjadi buncit. Sementara itu, ciri anak yang mengalami stunting adalah pertumbuhannya yang melambat.

Gizi buruk dapat disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam waktu yang relatif singkat ketimbang stunting. Kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu tertentu membuat berat badan anak turun dan memicu timbulnya gizi buruk.

Dampak,Anak dengan gizi buruk akan mudah mengalami infeksi karena kekebalan tubuhnya rendah. Selain itu, anak dengan gizi buruk juga memiliki intelligence quotient (IQ) atau tingkat kecerdasan rendah. Pada jangka panjang, gizi buruk dapat mengakibatkan pertumbuhan anak berhenti sebelum waktunya.

Maka itu, untuk mengetahui status gizi yang satu ini, indikator yang digunakan adalah grafik berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).Selain berat dan tinggi badan, lingkar lengan atas (LILA) juga masuk ke dalam pemeriksaan klinis gizi buruk pada anak dan balita.

Beberapa cara untuk mencegah gizi buruk dan stunting adalah dengan memastikan nutrisi yang cukup,Pastikan anak-anak mendapatkan makanan yang seimbang, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat.ucap Kadis Wiwin (Advetorial )

Next Post

Tata Cara Pembuatan Surat Ijin Praktik Tenaga Kesehatan, (SIPNAKES)

Thu Nov 9 , 2023
LensaKawanua,- Berdasarkan ketentuan Pasal 46 ayat (4) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, setiap tenaga kesehatan yang akan menyelenggarakan praktik keprofesiannya wajib memiliki surat izin praktik dengan kewenangan sesuai kompetensinya, yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota #LensaKawanua, – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan Dr. Wiwin L Opod menjelaskan,bahwa […]

Anda suka ini