
Tentara Nasional Indonesia (TNI) meminta maaf dan menjanjikan tindakan hukum bagi pelaku kekerasan sadis di Puncak, Papua. Demi transparansi dan netralitas, aktivis meminta pengadilan dilakukan di Jayapura. Ada harapan efek jera, meskipun pengalaman menunjukkan sebaliknya.
VOA — Pengadilan terhadap anggota TNI pelaku aksi kekerasan sadis, yang videonya tersebar luas, diharapkan akan dilakukan di Jayapura. Desakan itu disampaikan sejumlah aktivis pembela HAM di Papua yang dihubungi VOA.
selanjutnya klik gambar..

