SADIS! Kontingen SAMBO MINSEL Pecahkan Rekor Porprov Sulut 2025 dengan 11 Medali Perdana! ‎

Lensakawanua.Com (Minsel) — Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) baru saja mengukir babak baru yang sensasional dalam sejarah olahraga provinsi!

‎‎Dalam debut perdananya yang menggetarkan di ajang bergengsi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara tahun 2025, Kontingen SAMBO Minsel tidak hanya sekadar berpartisipasi, melainkan langsung mengguncang arena dan mencetak sejarah emas dengan perolehan total 11 medali!‎‎

Cabang Olahraga (Cabor) SAMBO, yang baru pertama kali diperkenalkan sebagai perwakilan Minsel, tampil bagaikan ‘kuda hitam’ yang lapar kemenangan. ‎‎

Hasil luar biasa ini meliputi 3 medali Perak dan 8 medali Perunggu, sebuah deklarasi tegas mengenai potensi tak terbatas yang dimiliki oleh atlet-atlet belia Minsel di kancah provinsi.‎‎

“Ini adalah langkah awal yang luar biasa, bahkan melampaui ekspektasi. SAMBO adalah cabor pertama yang kami bawa di Minsel, dan langsung meraih hasil yang membanggakan. Ini adalah motivasi besar untuk terus mengembangkan potensi SAMBO di Minahasa Selatan,” ungkap Royke Lapian, salah satu Official yang turut bangga atas pencapaian bersejarah ini.‎‎

Berikut Daftar Petarung Peraih Medali Minsel (Total 11 Medali) :‎Nama Atlet Kelas / Kategori Jenis Medali. David Alexander Repi 60 kg / Combat Perak‎60 kg / Sport Perunggu ‎Irvan Aprilio Saharatu 71+ kg / Combat Perak‎, Yehezkiel Manengkey 53 kg / Combat Perak ‎Xaferius Elisa Tololiu Laoh 57 kg / Combat Perunggu, Ersa Keyrin Lengkey 60+ kg / Sport Perunggu‎60+ kg / Combat Perunggu,‎Terah Jersey Welliam Laoh 50 kg / Combat Perunggu‎, Geraldi M.A Awon 50 kg / Combat Perunggu,‎ Fabiano Refan Lapod 53 kg / Sport Perunggu‎53 kg / Combat Perunggu‎‎

Kesuksesan heroik ini merupakan buah dari dedikasi tinggi tim official dan pelatih yang bekerja tanpa lelah:‎‎Official: Royke Lapian, Servi Maradia, Reifi Lapod, dan Alfian Lapod.‎‎Pelatih: Victhor Weken dan Herke Laoh.‎‎‎

Melihat ledakan prestasi yang telah dicapai dalam debut perdana ini, para official dan pelatih SAMBO Minsel dengan rendah hati namun tegas, menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, khususnya melalui Dinas terkait:‎‎

1. Penyediaan Sarana dan Peralatan Latihan yang Layak dan Permanen‎‎. Kami memohon agar Pemerintah Kabupaten Minsel dapat memperhatikan secara serius penyediaan sarana/peralatan dasar yang memadai, seperti matras (tikar khusus), perlengkapan tanding, dan penunjang lainnya. Saat ini, para atlet berjuang dengan keterbatasan fasilitas.‎‎

2. Alokasi Tempat Latihan (Dojo) Khusus‎‎, Penting untuk segera dialokasikan tempat atau ruangan khusus yang dapat dijadikan sebagai Pusat Latihan (Dojo) SAMBO Minsel.

Tempat latihan yang permanen dan layak akan menjamin kontinuitas pembinaan, menciptakan lingkungan yang kondusif, dan memungkinkan para atlet berprestasi ini untuk mengasah kemampuan mereka ke level nasional dan bahkan internasional.‎‎‎

Ketersediaan sarana dan tempat latihan yang layak bukan hanya untuk atlet yang sudah berprestasi, namun juga sebagai magnet untuk menarik minat anak-anak muda Minsel lainnya. ‎‎Dengan adanya fasilitas yang representatif, kami yakin SAMBO akan menjadi pilihan baru dan membuka kesempatan bagi generasi muda Minsel untuk menyalurkan bakat, menjauhi kegiatan negatif, dan yang terpenting bisa mengharumkan nama Kabupaten Minahasa Selatan di masa depan.‎‎

Prestasi 11 medali ini adalah bukti; kini saatnya Pemerintah Minsel merespon potensi luar biasa ini dengan dukungan infrastruktur yang setara dengan semangat juang para atlet kita!(*Kris)

Next Post

Klarifikasi Resmi, SMK Negeri 1 Amurang Tegaskan Tudingan Dana BOS Tidak Berdasar

Mon Nov 24 , 2025
Lensakawanua.Com -Amurang – SMK Negeri 1 Amurang merilis pernyataan resmi menanggapi beredarnya pemberitaan yang menuduh adanya penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ‎‎Pihak sekolah dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut, menekankan bahwa informasi yang disebarkan tidak akurat, tidak berdasar, dan merugikan nama baik institusi pendidikan. ‎‎Dalam klarifikasinya, Jevie Jane Maliangkay, […]

Anda suka ini