
#LensaKawanua,(Minahasa) -Seorang aparatur sipil negara (ASN), perangkat desa, maupun TNI-Polri pada pelaksanaan pemilihan umum baik itu pemilu legislatif maupun pemilukada telah diatur dalam undang-undang
Namun, sering banyak yang terjebak sehingga para ASN, perangkat desa, maupun TNI-Polri terlibat dalam politik praktis yang mengakibatkan di proses sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
Terkait hal tersebut yakni netralitas ASN, perangkat desa maupun TNI-Polri mendapat perhatian dan sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat INAKOR khususnya di Sulut, (Kamis 18/01/2024).
Dimana salah satu aktivis di Sulut Joy Kalengkongan selaku kepala direktorat DPW INAKOR SULUT mengatakan bahwa ASN, perangkat desa maupun TNI-Polri harus bertindak netral pada tahapan pelaksanaan pemilihan umum.
Karena diingatkan apabila ada kedapatan dan bukti yang memperlihatkan ASN, perangkat desa, TNI-POLRI terlibat dalam politik praktis pasti akan dilaporkan ke Bawaslu selaku badan pengawas pemilu.
“Tak hanya terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan berupa kampanye ataupun konsolidasi partai maupun Caleg ataupun capres-cawapres, tapi melalui postingan media sosial apabila ada yang melanggar aturan pasti akan kita tindaklanjuti dan laporkan ke Bawaslu,” ujarnya.
Sehingga, dijelaskan Kalengkongan agar bagi ASN serta perangkat desa dan TNI-Polri agar dapat menggunakan media sosial dengan bijak, bersikap netral dan selalu memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat, jangan melakukan hal-hal yang seolah-olah menguntungkan salah satu calon atau partai politik.
Ia pun mengimbau agar masyarakat juga dapat menjadi pengawas dalam tahapan pemilu, laporkan apabila ada bukti keterlibatan ASN dan Prades serta TNI-POLRI dalam politik praktis yang menguntungkan salah satu calon.
Selain itu pula, Joy Kalengkongan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat terutama yang wajib pilih untuk ikut mensukseskan pelaksanaan pemilihan umum legislatif, dan pemilu presiden dan wakil presiden yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Dengan ikut berperan aktif memberikan hak suara di TPS nanti, mencoblos calon yang sesuai dengan pilihan hati nurani, tidak dengan paksaan ataupun intervensi dari pihak lain, mari kita sukseskan pemilihan umum yang aman, damai, jadilah pemilih bijak agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” tutup Kalengkongan.(KrisLK/Risky)

