Ciptakan Inovasi Keuangan, 4 Pemuda Sulut Siap Berlenggang ke Senayan

Lensakawanua. Com_Empat pemuda asal Sulawesi Utara bersiap membawa inovasi digital keuangan karya mereka ke panggung nasional. Mereka adalah Cliford Kindangen, Leonardo Tindige, Viralietha Lengkey, dan Solideo Dajoh, fresh graduate Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang tergabung dalam tim Tumou Tou.

Keempatnya berhasil melewati rangkaian seleksi Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026, ajang tahunan yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Dari lebih dari 6.000 tim yang mengikuti proses seleksi, kompetisi kemudian mengerucut hingga 480 tim pada fase practitioner dan 80 tim pada fase capstone yang dinyatakan eligible untuk mengikuti rangkaian FEKDI.

Tim Tumou Tou selanjutnya akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti FEKDI yang akan berlangsung pada 24–27 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC). Pada ajang tersebut, mereka akan memamerkan inovasi sekaligus bersaing dengan 79 inovasi lainnya untuk mendapatkan perhatian investor maupun calon offtaker.

Inovasi yang mereka bawa bernama TEPAT.ID, sebuah sistem verifikasi keuangan yang dirancang untuk dapat diadopsi oleh pemerintah maupun sektor swasta. Inovasi ini berangkat dari persoalan fraud dalam distribusi dana publik, khususnya kebutuhan untuk memastikan bahwa dana benar-benar diterima oleh pihak yang tepat.

Gagasan tersebut lahir dari pengalaman salah satu anggota tim yang merasakan secara langsung persoalan dalam penerimaan bantuan atau dukungan keuangan dari pemerintah. Pengalaman tersebut kemudian mendorong mereka untuk mencari solusi yang dapat membuat proses verifikasi penerima dana menjadi lebih tepat.

“Permasalahan ini kami rasakan sendiri. Dari situ kami melihat bahwa dibutuhkan sebuah inovasi yang dapat membantu memastikan penerima keuangan benar-benar tepat,” ujar Cliford Kindangen, salah satu anggota tim Tumou Tou.

Pengembangan TEPAT.ID sendiri telah dimulai sejak Februari 2026. Keempat anggota tim kemudian membagi peran sesuai dengan latar belakang dan keahlian masing-masing. Leonardo Tindige dipercaya sebagai ketua tim, Cliford Kindangen berperan sebagai researcher, sementara Viralietha Lengkey dan Solideo Dajoh berfokus sebagai IT Inovator.

Mereka kemudian membawa inovasi tersebut melalui rangkaian seleksi FEKDI hingga akhirnya dinyatakan eligible untuk mengikuti tahapan selanjutnya.Bagi Tim Tumou Tou, capaian tersebut menjadi salah satu momen yang berkesan.

Mereka mengaku bersyukur dapat melewati proses seleksi yang diikuti ribuan tim dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya bersama tiga teman lainnya sudah sangat siap untuk mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Utara. Walaupun dengan latar belakang kami yang berbeda-beda, tetapi kami punya satu tujuan untuk membuat verifikasi yang lebih tepat.

Harapannya inovasi kami nantinya bisa diadopsi oleh pemerintah maupun swasta,” ujar Cliford.Tim Tumou Tou berharap kehadiran mereka di FEKDI dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sehingga TEPAT.ID tidak berhenti sebagai sebuah inovasi kompetisi, tetapi dapat dikembangkan menjadi solusi yang memberikan dampak nyata dalam proses verifikasi dan distribusi keuangan di Indonesia.

Empat pemuda Sulawesi Utara itu kini bersiap membawa nama daerah ke panggung nasional, dengan satu misi: membuat proses verifikasi keuangan menjadi lebih tepat.(Hemsi)

Anda suka ini