VOA Indonesia – Israel dan Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata mereka selama dua hari, pada Senin (27/11). Hal ini diumumkan oleh jubir Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, dalam sebuah postingan di X. Namun, Israel mengatakan pihaknya tetap bersikeras akan menghancurkan kemampuan militer Hamas dan mengakhiri kekuasaan Hamas selama 16 tahun di Gaza. Banyak warga Gaza sangat menginginkan gencatan senjata setelah pengeboman Israel tanpa henti selama berminggu-minggu, yang mengubah sebagian besar wilayah Gaza menjadi puing-puing. Gencatan senjata sementara ini dimanfaatkan warga Gaza untuk membeli kebutuhan pokok di pasar, mencari bantuan air bersih, dan bahan bakar. Selama tujuh minggu terakhir, Israel melarang masuknya bahan bakar apa pun ke Gaza, dengan alasan bahan bakar tersebut ‘dapat digunakan oleh Hamas’ untuk tujuan militer. Badan-badan bantuan PBB menolak klaim tersebut, dengan mengatakan bahwa bahan bakar sangat dibutuhkan untuk mencegah bencana kemanusiaan di Gaza. PBB juga menjamin pengiriman bahan bakar akan diawasi secara ketat. Israel telah mengizinkan pengiriman 130 ribu liter bahan bakar dalam sehari ke Gaza, selama gencatan senjata berlangsung. Badan-badan bantuan mengatakan jumlah itu tidak cukup untuk 2,3 juta warga Gaza.
Next Post
Amankan Dua Terduga Pelaku Kasus KINAMANG, Kapolres Sitorus, Apresia Kinerja Personel Polres Minsel
Wed Nov 29 , 2023
Polres Minsel Berhasil Amankan Dua Terduga Pelaku Kasus Kinamang #LENSAKAWANUA,- Kerja keras tim gabungan Polres Minsel dalam pengungkapan kasus penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang di Desa Kinamang, Kec. Maesaan, Kab. Minahasa Selatan (Minsel) pada awal bulan November 2023 lalu, mulai membuahkan hasil. Hal tersebut ditandai dengan diamankannya 2 (dua) orang […]

Anda suka ini
-
March 12, 2024
Jokowi: Indonesia akan Kirim Bantuan ke Gaza Lewat Udara
-
February 27, 2024
Sapa Dunia: Trump Unggul di Pemilihan Pendahuluan Partai Republik
-
October 7, 2023
TikTok Shop Resmi Ditutup, Akankah UMKM Merugi?
-
February 14, 2024
Kemenhan Bantah Tudingan Korupsi dalam Rencana Pembelian Mirage Bekas
