Ditjen Imigrasi Deportasi 13 Warga Taiwan yang Diduga Terlibat Kejahatan Serius

Warga Taiwan yang ditangkap karena melakukan penipuan dunia maya di pusat penahanan imigrasi di Jimbaran, Bali, 28 Juni 2024. (Foto: Sonny Tumbelaka/AFP)

Direktorat Jenderal Imigrasi, Jumat (5/7), mengatakan pihaknya telah mendeportasi 13 warga negara Taiwan yang diduga melakukan tindak kejahatan berat agar dapat diproses secara hukum di Taiwan.

Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pada Kamis (4/7) petang, 13 orang Taiwan yang diduga terlibat dalam kejahatan dunia maya, pencucian uang, dan perdagangan narkoba telah dideportasi.

Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim. (Foto: Courtesy/Ditjen Imigrasi Kemenkumham)
Direktur Jenderal Imigrasi Silmy Karim. (Foto: Courtesy/Ditjen Imigrasi Kemenkumham)

“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh petugas imigrasi, ketiga belas WNA tersebut ternyata adalah pelaku kejahatan berat di Taiwan. Mereka akan menjalani proses projustisia di Taiwan,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, dalam keterangan tertulisnya.

Bulan lalu, Ditjen Imigrasi berhasil menangkap 103 pemegang paspor Taiwan yang menjadikan peristiwa tersebut penangkapan terbesar pada tahun ini. Mereka dicurigai menjalankan operasi kejahatan dunia maya di luar Bali. Namun, Taiwan menyatakan bahwa mereka diberitahu bahwa hanya sekitar 14 warganya yang terlibat.

Pihak Imigrasi mengatakan polisi Taiwan ikut mengawal warga Taiwan tersebut. Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei di Jakarta tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters[ah/ft]

Selengkapnya klik gambar….

Next Post

Hormati Keputusan DKPP, Jokowi Pastikan Pilkada Serentak Berjalan Baik

Mon Jul 8 , 2024
Presiden Joko Widodo mengatakan menghormati keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memecat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asyari karena melakukan tindakan asusila. Tetapi sebagian pakar khawatir masalah etika di KPU akan mempengaruhi kemampuan menyelenggarakan pemilu yang berkualitas. JAKARTA – “Pemerintah menghormati kewenangan DKPP dalam memutuskan itu.” Inilah pernyataan […]

Anda suka ini