
Buku adalah jendela dunia, sebuah metafora lawas yang terdengar klise. Namun di Papua, majas itu menemukan pemaknaan yang sebenarnya. Sejumlah anak muda mengirimkan buku-buku ke pedalaman, dan menghadirkan jendela untuk melihat dunia, bagi anak-anak Papua.
VOA — Biasanya, kompleks sekolah milik Yayasan Pendidikan Terpadu Muliama selalu sepi setelah jam sekolah usai. Namun, kini ada daya tarik baru yang membuat siswa sekolah itu datang di sore hari: sebuah perpustakaan.
Elius Tom Elopore, guru di sekolah itu juga punya kesibukan baru, yaitu melayani siswa-siswanya yang ingin membaca buku. Melihat anak-anak yang antusias, Elius yakin apa yang mereka koleksi saat ini akan habis terbaca dalam jangka tak terlalu lama.
“Kami membutuhkan semakin banyak lagi, yang ada ini tidak cukup. Kami membutuhkan buku lebih banyak lagi,” kata dia kepada VOA.
Selanjutnya klik gambar di atas…

