
LensaKawanua.Com _MINAHASA SELATAN _ Luar biasa! Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) kembali mengukuhkan posisinya sebagai jawara pengendali inflasi di Sulawesi Utara (Sulut). Di bawah kepemimpinan solid Bupati Franky Donny Wongkar dan Wakil Bupati Theodorus Kawatu (FDW-TK), Minsel sukses didapuk sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah se-Sulut pada Oktober 2025.
Bupati FDW menegaskan, capaian gemilang ini adalah buah dari sinergi dan kerja keras semua pihak.
“Ini bukti nyata! Program Pemkab, Forkopimda, dan TPID yang tepat sasaran telah terbukti dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Bupati FDW, Senin (3/11).
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Minsel, inflasi tahunan (year-on-year) Minsel tercatat hanya 0,66%.
Angka ini menempatkan Minsel di posisi teratas, jauh meninggalkan daerah lain seperti Kota Manado (1,53%) dan Kotamobagu (1,90%). Ini menjadi bukti tak terbantahkan keberhasilan strategi pengendalian harga di Minsel.
Meskipun diakui, inflasi bulanan (month-to-month) sempat mengalami tekanan sebesar 0,54%. BPS mencatat, angka ini utamanya dipicu oleh meroketnya harga daun bawang (andil 0,84%) dan tomat (andil 0,43%) akibat berkurangnya stok di pasaran.
Namun, laju inflasi yang lebih tinggi berhasil diredam secara signifikan. Melimpahnya stok komoditas lain membuat harga cabai rawit anjlok (andil deflasi -0,36%) dan daging babi (andil deflasi -0,21%) turun drastis, menjadi penyelamat daya beli masyarakat.
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi Pemkab Minsel yang terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Sulut dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan mendorong partisipasi aktif warga untuk ketahanan pangan lokal.
Capaian ini menjadi bukti konkret bahwa kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar, S.H., dan Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P., (FDW-TK) berhasil membawa Kabupaten Minsel menuju arah pembangunan yang semakin maju, stabil, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Kris)

