Keluarga Korban Kecelakaan Boeing MAX Tuntut Denda Hampir US$25 Miliar

Logo perusahaan penerbangan, Boeing, muncul di layar bursa efek New York dalam perdagangan pada 13 Juli 2021. (Foto: AP/Richard Drew)

Para keluarga korban kecelakaan Boeing 737 MAX pada hari Rabu (19/6) meminta pihak berwenang AS untuk menjatuhkan denda hingga $24,8 miliar kepada perusahaan penerbangan raksasa tersebut dan melanjutkannya dengan penuntutan pidana.

Langkah itu diambil sehari setelah CEO Boeing Dave Calhoun mengakui beratnya masalah keselamatan yang dialami oleh perusahaan itu dan meyakinkan panel kongres AS bahwa mereka telah membuat kemajuan dalam masalah ini.

Sejumlah kerabat korban kecelakaan Boeing 737 MAX 8 pada tahun 2018 dan 2019, yang memegang foto para korban, tampak duduk di belakang Calhoun ketika ia bersaksi di hadapan anggota Kongres AS.

“Karena kejahatan Boeing adalah kejahatan korporasi paling mematikan dalam sejarah AS, denda maksimum lebih dari $24 miliar dibenarkan secara hukum dan jelas pantas,” tulis Paul Cassell, pengacara keluarga-keluarga korban, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Departemen Kehakiman AS.

Dokumen setebal 32 halaman tersebut menjelaskan perhitungan di balik jumlah yang diminta, dengan mengatakan bahwa Boeing “harus didenda maksimum – $24.780.000.000 – dengan kemungkinan $14.000.000.000 hingga $22.000.0000.000 dari denda tersebut ditangguhkan dengan syarat bahwa Boeing harus menyerahkan dana yang ditangguhkan tersebut kepada pengawas perusahaan independen dan perbaikan terkait dalam program kepatuhan dan keselamatan seperti yang diidentifikasi di bawah ini.”

Selengkapnya klik gambar…

Next Post

Pakar: Putusan MA Soal Usia Tidak Bisa Diberlakukan Pada Pilkada 2024

Mon Jun 24 , 2024
Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap akan mengikuti putusan Mahkamah Agung (MA) terkait cara penghitungan usia calon kepala dan wakil kepala daerah di pemilihan kepala daerah, meski putusan tersebut sarat kontroversi. Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah mengatakan KPU sebenarnya mempunyai pilihan untuk mengabaikan putusan MA karena tidak […]

Anda suka ini