
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) nyaris menyentuh level Rp16.300. Namun, Presiden Joko Widodo mengaku tidak terlalu khawatir karena mata uang semua negara sedang tertekan.
JAKARTA (VOA) — Mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah di Jakarta di awal pekan ini luar biasa. Jika meminjam gurauan yang kerap digunakan di sosmed, “ngeri-ngeri sedap!” Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika saat penutupan pasar Senin sore (10/6) mencapai Rp16.283 per dolar Amerika, atau melemah 0,53 persen dibandingkan pada akhir pekan lalu yang bergerak di Rp16.196 per dolar AS.
Namun Presiden Joko Widodo mengatakan tidak hanya rupiah, beberapa mata uang negara lain juga mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika. Menurutnya depresiasi mata uang di semua negara, termasuk Indonesia salah satunya dikarenakan global yang masih dihantui oleh ketidakpastian.
“Semua negara sekarang ini mengalami hal yang sama, tertekan oleh yang namanya dolar (Amerika Serikat) kursnya. Ketidakpastian global sekarang ini memang menghantui semua negara, tetapi menurut saya kalau masih di angka 16.200-16.300 masih pada posisi yang baiklah,” ungkap Jokowi di Jakarta, Senin, (10/6).
Klik Gambar diatas untuk berita selengkapnya..

