Presiden Jokowi Diminta Selektif Pilih Pansel KPK

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat dari pantulan jendela pada 12 September 2017. (Foto: AFP)

Berbagai pihak mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih panitia seleksi (pansel) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memiliki integritas tinggi. Hal ini penting agar pimpinan KPK yang terpilih nantinya tidak bermasalah.

JAKARTA (VOA) — Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad, mengimbau Presiden Jokowi untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih panitia seleksi calon pimpinan dan Dewan Pengawas KPK. Menurutnya, hal ini penting untuk menghindari kejadian serupa pada pemilihan pansel KPK 2019 yang menghasilkan pimpinan KPK yang kurang kredibel dan tidak berintegritas.

Menurutnya pansel KPK harus terdiri dari orang-orang yang berintegritas, jujur, independen dan tidak berafiliasi dengan kelompok politik tertentu, eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Jangan sampai terulang pemilihan pansel seperti di masa lalu yang menghasilkan pimpinan KPK yang cacat moral, merusak marwah KPK dan pemberantasan korupsi. Minta Jokowi berhati-hati memilih pansel, lebih selektif,” kata Samad kepada VOA, Senin (20/5).

Selengkapnya klik gambar di atas…

Next Post

Revisi UU MK Dinilai Ancam Independensi Lembaga Peradilan

Tue May 21 , 2024
Banyak kalangan menilai revisi keempat Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang saat dilakukan DPR dan pemerintah merupakan ancaman sangat serius bagi independensi lembaga peradilan. Mengapa demikian? JAKARTA (VOA) — Revisi keempat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi yang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah menuai penolakan. Selain menggelar rapat pengambilan […]

Anda suka ini