
Lensakawanua. Com -Ritey- Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Bumi Perkemahan Wiru, Desa Ritey, saat ratusan anak sekolah minggu berkumpul untuk pembukaan Perkemahan Kreatif Anak Sekolah Minggu (ASM) GMIM Bait’El Ritey.
Kegiatan yang berlangsung pada 19–21 Maret 2026 ini mengusung visi besar: “Berani kotor itu baik, Berani mandiri itu hebat!”
Acara diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Bait’El Ritey, Pdt. Frangky M. Saroinsong, M.Th.
Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa alam adalah sekolah terbaik untuk membangun karakter Kristiani yang tangguh.
Selaku Ketua Panitia (PH2RG 2026), Pnt. Vicky Sangkoy, M.Pd., menyatakan rasa bangganya atas antusiasme para peserta. Beliau menjelaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang aman namun tetap menantang.
“Kami merancang perkemahan ini agar anak-anak bisa keluar dari zona nyaman mereka. Fokus kami adalah mengasah kreativitas dan mentalitas pantang menyerah. Melalui kebersamaan di tenda dan berbagai simulasi ketangkasan, kami ingin mereka pulang dengan membawa nilai kemandirian yang nyata,” tegas Pnt. Vicky Sangkoy.

Senada dengan hal tersebut, Penatua Rolin Tumurang, S.Pd. selaku Ketua Komisi Pelayanan Anak (KPA) GMIM Bait’El Ritey, menegaskan bahwa perkemahan ini adalah investasi spiritual bagi masa depan gereja.
“Kami berharap melalui perkemahan kreatif ini, anak-anak sekolah minggu tidak hanya sekadar bermain, tetapi benar-benar mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan melalui persekutuan di alam terbuka,” ujar Pnt. Rolin Tumurang.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dari Sinode GMIM turut menambah bobot kegiatan ini. Hadir di lokasi perkemahan, Wakil Sekretaris KPA Sinode, Engku Meydi Mamangkey, serta tim dari Pokja KKR Anak Sinode GMIM yang memberikan motivasi langsung kepada para peserta.
Keberhasilan pengelolaan kegiatan ini dikoordinasikan secara apik oleh Pnt. Vicky Sangkoy, M.Pd, didampingi oleh:Wakil Ketua: Junaidi SangkoySekretaris: Mince ParedatuBendahara: Dkn. Fieke Weken, S.PdSerta dukungan penuh dari anggota panitia: Novel Pojoh, Yudi Waworuntu, Franky Kalele, Mega Rurung, Paula Lonteng, Lidia Runtuwene, Steri Lengkong, dan Jeine Rantung.
Selama tiga hari, anak-anak akan mengikuti serangkaian agenda mulai dari outbound, ibadah kreatif, hingga pelatihan ketangkasan dasar.
Fokus utama adalah mencetak generasi yang tidak cengeng, mampu bekerja sama dalam tim, dan memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.(*Kris)

