Pakar: Untuk Jamin Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Perlu Pendekatan Kewargaan Inklusif

FILE – Dua puluhan siswa-siswi SMA berbagai agama mengunjungi GKP Kampung Sawah, 30 April 2019, dalam rangka wisata toleransi di Kampung Sawah. (Foto: Rio Tuasikal/VOA)

VOA – Sejumlah pakar berpendapat, Indonesia masih menghadapi persoalan serius terkait kasus-kasus KBB (kebebasan beragama dan berkeyakinan). Selama 20 tahun sejak reformasi, banyak kasus belum terselesaikan bahkan ada kecenderungan sejumlah pihak memanfaatkann hukum untuk menindak yang dianggap berbeda.

SURABAYA — Perjalanan 20 tahun reformasi di Indonesia sejak 1998 masih menyisakan berbagai persoalan terkait KBB, baik yang mengarah pada sisi positif maupun sisi negative, kataZainal Abidin Bagir, pengajar Universitas Gajah Mada (UGM). Zainal, yang juga menjabat sebagai direktur Indonesia Consortium for Religious Studies, mengatakan terdapat ambiguitas dalam advokasi kebebasan beragama dan berkeyakinan yang dapat menimbulkan keriuhan di ruang publik.

Klik gambar untuk berita selengkapnya..

Next Post

Menkeu: APBN Surplus Rp22,8 triliun per 15 Maret 2024

Wed Mar 27 , 2024
VOA – Hampir berjalan tiga bulan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilaporkan surplus. Namun, besaran surplusnya berkurang akibat dari pendapatan negara yang terkoreksi.  JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kinerja APBN berjalan dengan cukup baik. Hal tersebut, katanya,ditandai dengan surplus APBN per 15 Maret 2024 yang mencapai Rp22,8 […]

Anda suka ini