
Pemerintah mengklaim mulai memulihkan data yang telah dienkripsi terkait serangan siber dalam bentuk ransomware yang berimplikasi pada lebih dari 160 lembaga pada bulan lalu.
Para peretas yang diidentifikasi sebagai Brain Cipher pada awalnya meminta uang tebusan sebesar $8 juta untuk membuka kunci data. Namun, akhirnya mereka meminta maaf dan memberikan kunci dekripsi secara gratis, menurut perusahaan keamanan siber StealthMole yang berbasis di Singapura.
Serangan tersebut mengacaukan berbagai layanan pemerintah, termasuk imigrasi dan operasional di bandara-bandara besar. Para pejabat mengakui bahwa sebagian besar data belum dicadangkan.
Selengkapnya klik gambar…

