
Indonesia mengutuk keras pembakaran kantor UNRWA di Kota Yerusalem yang dilakukan oleh warga Israel untuk kedua kalinya, tanpa tindakan berarti dari aparat keamanan.
JAKARTA (VOA) — Komisaris Jendral UNRWA – badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina – Philipe Lazarini pada Kamis (9/5) menutup untuk sementara waktu kantor badan itu di Yerusalem setelah pengunjuk rasa Israel membakar kantor itu. Berbicara di X, Lazarini mengatakan tidak ada staf yang terluka karena aksi pembakaran kantor yang terjadi untuk kedua kalinya itu. Namun, sejumlah staf harus memadamkan sendiri api yang berkobar cepat karena petugas pemadam kebakaran dan polisi terlambat datang.
Lazzarini menyebut insiden itu sebagai “perkembangan yang keterlaluan,” dan bahwa “sekali lagi nyawa staf PBB berada dalam bahaya serius.” Ia juga memasang video protes yang menunjukkan kerumunan warga Israel di Yerusalem yang sebagian meneriakkan kata “bakar kantor PBB,” dalam bahasa Ibrani.
Selanjutnya klik gambar diatas…

